Kamis, 06 Desember 2012

Blangkon Jogja Motif Batik



Blangkon adalah pakaian tradisianal jawa khususnya yang model ada mondolan debelakang berasal dari jogja. Blangkon dengan motif warna biru cocok digunakan oleh pria muda yang warna kulit sawomatang dengan fisik badan tinggi, tetapi bagi pria muda yang berbadan pendek tidak usah kawatir atau tidak cocok memakai blangkon seperti ini, tentu saja Blangkon itu bagus atau cocok dipakai oleh semua badan mau yang berbadan pendek ataupun tinggi, berkulit kuning atau putih.
Blangkon biru lebih cocok dipakai dengan setelan sorjan yang warnanya sama dengan blangkonnya atau lebih tua warna sorjanya dari pada    blangkonnya.
Para pria pria muda lebih senang model blangkon yang bermotif terang seperti blangkon biru. Blangkon biru dengan setelan sorjan biru tua jarik putih dengan motif batik dan dengan memakai sandal selop biru akan lebih kelihatan berwibawa dan elegan.


Dongeng Keris Empu Gandring 

Keris buatan Empu Gandring terdapat dalam Serat Pararaton yang sampai sekarang penulisnya belum diketahui. Isinya mengisahkan riwayat raja raja Singosari karena hasratnya yang menyala-yala untuk memperistri Ken Dedes lalu Ken Arok berniat membunuh Tunggul Ametung. Niat itu diperkuat oleh adanya kenyakinan bahwa pria manapun yang memperistri Ken Dedes, kelak akan menjadi Raja Besar di tanah Jawa. Ken Arok lalu memesan sebilah keris sakti pada Empu Gandring, Sang Empu menyanggupinya  dan minta waktu seratus hari untuk membuat keris itu. namun belum sampai seratus hari Ken Arok yang sudah tidak sabar datang untuk mengambilnya karena menurut Ken Arok keris tersebut sudah jadi, tetapi Empu Gandring keberatan sebab walaupun keris tersebut tampaknya sudah jadi, doa dari mantranya belum seluruhnya rampung. Keberatan Empu gandring tidak dihiraukan oleh Ken Arok sehingga keduanya bertengkar.Ken Arok menjadi gelap mata dan keris yang dipegangnya ditusukkan ke dada Empu Gandring. Sebelum ajalnya Empu Gandring sempat mengucapkan kutukannya bahwa kelak KERIS itu akan memakan tujuh nyawa termasuk Ken Arok dan keturunannya.


# SUGENG RAWUH #

CV. Java Ombus.

Alamat : Tegal Cerme, RT. 08, Baturetno, Banguntapan, Bantul. Yogyakarta. 55197.
Cp. 081804210607/082133775521.
Rumah/Toko : 0274 4435745.
















 BUSANA AMONG TAMU 
# SURJAN KEMBANGAN #

 MENERIMA PESANAN SURJAN dan PEMBUATAN SURJAN MOTIF KEMBANG
 

















# Harga Surjan Motif Kembang  : 
Surjan Motif Kembangan dengan kreteria bahan dan jahitan Alus harga mulai Rp.130.000,-  sampai Rp. 170.000,- tergantung Kwalitas kain.

#  Pembuatan Surjan Motif Kembang :
  • Untuk pembuatan Surjan Ukuran M                   =  2          meter
  • Untuk pembuatan Surjan Ukuran L                    =  2,25     meter
  • Untuk pembuatan Surjan Ukuran XL                 =  2,50     meter
  • Untuk pembuatan Surjan Ukuran XXL              =  2,75     meter
  • Untuk pembuatan Surjan Ukuran XXXL           =  3          meter
(lebar kain untuk semua ukuran 110 cm)
# Ongkos jahitan Surjan Alusan perbiji mulai Rp. 55.000,-        dengan kreteria jahitan : 
     - Jahitan Alus dan Rapi.
     - Tanpa Furing.
     - Ukuran S-M-L-XL dan XXL.

 # Ongkos jahitan Surjan Alusan ongkos Rp. 65.000,- dengan  
    kreteria jahitan : 
    - Jahitan Alus dan Rapi.
    - Tanpa Furing.
    - Ukur Badan.
    - Area Jogja bisa COD. (min 10 orang)

# Ongkos jahitan Surjan Alusan Rp. 75.000,- dengan kreteria 
   jahitan : 
   - Jahitan Alus dan Rapi.
   - Furing kain asahi.
   - Ukur Badan.
   - Area Jogja bisa COD. (min 10 orang)


# Ongkos jahitan Surjan Alusan Rp. 85.000,- dengan kreteria 
   jahitan : 
   - Jahitan Alus dan Rapi.
   - Furing kain Katun.
   - Ukur Badan.
   - Area Jogja bisa COD. (min 10 orang)

(Harga sewaktu-waktu bisa berubah tanpa pemberitahuan)
Pemesanan :
Telp/sms/WA. 081804210607
Telp/sms. 082133775521
Rumah/Toko : 0274 4435745.

Pin BB.5d266293


No Rekening Bank.

297289999 an. TRI Yanto
3008 01 015825 533 an. TRI Yanto
900 00 2535594 3 an. TRI Yanto

4451237190 an Eni Sulistyowati

Paket Pengiriman Barang : 






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar